Kamis, 26 Mei 2011

Sambutlah.. dan besabarlah..

Pernah aku duduk ditepian sebuah danau yang semilir anginnya membuat tunas-tunas pesona jiwa berkembang menjadi benih-benih cinta bersama dengan seorang gadis yang mencintaiku.Aku resapi goyangan ombak-ombak kecil yang tercipta oleh dorongan angin yang menyejukkan. Ombak-ombak kecil ibarat jari-jemari tangan yang ingin menggapai yang dikasihi. Setiap detik setiap menit yang berlalu jari-jari kecil itu terus merangkai asa untuk sekedar merangkul dan membangunkan tepian danau yang menjadi kekasihnya. Sementara itu tepian danau yang ditumbuhi dan ditemani oleh bebungaan dan pepohonan cemara dan pinus tetap diam. Diam bagaikan tak peduli akan kejadian dan keadaan
disekitarnya atau bahkan mungkin juga tak memperdulikan tarian-tarian kecil dari jari-jari kecil sang ombak yang mengapai-gapai untuk memanggilnya dalam suasana cinta dan kasih. Awan-awan dilangit pun teduh seolah olah merestui sang ombak-ombak kecil yang menari-nari akibat hembusan angin sejuk sore ini. Bagaimana mungkin sang kekasih diam saja tanpa berbuat sesuatu atau mungkin menghiraukannya sedikit saja. Tepian danauku yang diam mengapa tak kau sahut panggilan dan belaian ombak yang melahirkan buih-buih hasrat cinta..dan dalam kebersahajaannya tepian danau berbisik pelan kepadaku seolah suaranya yang dalam tak ingin diketahui oleh makhluk-makhluk penghuni alam.
baca lanjut..

Wasiat Rosul SAW pada Fatimah

Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:

1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.

2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.

3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.

8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.

Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah dunia
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah, karena dirimu adalah tiang negeri ini..............
baca lanjut..

Temukan di tempat seharusnya diketemukan

wanita . . .
bercerita tentang wanita . . .
aku ingat seorang imam pernah berkata
"hanya burung bersuara merdu saja yang dikurung"
aku tidak tahu apa persis maksud dan tujuannya sang imam berkata seperti itu . .
pemahaman manusia biasa yang hina sepertiku hanya akan mengaburkan maksud dan tujuan utamanya..
lalu aku duduk terjaga ditengah malam yang belum begitu dingin.
melayangkan pikiran ke pikiran yang lain.
apa harus dicari di kotak mutiara kah jika ingin mencari mutiara pilihan . .?
sedangkan dilautan terhampar luas dan banyak mutiara didasarnya . . ?
yang mungkin lebih indah dan bernilai dari yang didapatkan sipencari mutiara.
tapi pencari mutiara tidaklah buta dan lagi amat peka
pengalaman yang menjadikannya memandang dimensi-dimensi yang tak biasa dipandang orang-orang lemah pengetahuan.
tapi siapa yang tahu jika kita tak sama-sama memperlakukan mutiara-mutiara itu dengan adil . .
mengajari mereka bersuara merdu . .
mengajari mereka berpandangan cemerlang . .
tapi tangan takdir terkadang membuat kita lena dalam kesombongan . .
seolah-olah telah menjadi seorang pencermerlang mutiara-mutiara yang belum tentu bisa cemerlang.

baca lanjut..

Jumat, 29 April 2011

Jalan Kebahagiaan

Setiap umat manusia pasti mendamba-dambakan kebahagiaan, tetapi apakah kebahagiaan itu. Definisinya bisa bermacam-macam, tetapi disini kebahagian aku artikan sebagai ketentraman hati dan kelapangan pikiran. Ketentraman hati dan kelapangan pikiran adalah hasil dari seluruh sumber pembelajaran kita perihal keimanan. Suatu ketika Rosul pernah bertanya kepada para sahabatnya. “Man anhu?” “siapa kalian?” sebuah pertanyaan yang sedikit aneh mengingat yang ditanya adalah sahabat-sahabat yang sudah lama bersama dirinya seperti, Abu bakar, Umar, Usman, Ali, Zaid, Hamzah dan sahabat lainnya yang pertama-tama masik islam. Mendapat pertanyaan dari Rosul, sahabatpun dapat menangkap dengan cerdas pertanyaan tersebut. Lalu mereka menjawab “Kami orang-orang beriman”. Jawaban tersebut benar dan Rosul pun tersenyum, namun kurang puas dengan jawaban para sahabatnya, Rosul pun menambahkan pertanyaan “Apa tanda-tanda orang beriman?”. Lalu sahabat pun menjawab “Bersabar ketika diberi cobaan, Bersyukur atas ni’mat yang diberikan dan Ridho atas segala ketentuan Allah SWT”.
Dari dialog di atas dapat ditarik suatu pertanyaan tentang tanda-tanda orang beriman, mengapa bukan jawaban tentang sholat, puasa, zakat, haji dan ibadah-ibadah lainnya yang mencirikan dia sebagai orang islam. Karena sholat, puasa, haji adalah suatu proses untuk mencapai sebuah keimanan. Bukankah sholat itu mencegah perbuatan munkar dan hasil dari sholat dan ibadah lainnya adalah untuk menjadikan diri sendiri merasa tenang. Jika ketentraman hati bisa menjadi kehidupan kaum mukmin maka akan mereka akan terbang menuju surga. Ketika malaikat penjaga surga bertanya bagaimana mereka bisa sampai di sini, mereka menjawab kami tidak tahu, tiba-tiba kami terbang dan sampai di sini. Malaikat terheran-heran dan kembali bertanya, apakah kalian melihat neraka? Kami tidak tahu perihal neraka, jawab mereka. Apa kalian melihat jembatan shirot? Kami tidak pula mengetahui hal tersebut, jawab mereka. Malaikatpun kembali bertanya, apa kalian dihisab? Tidak, kami tidak dihisab, kami tiba-tiba berada disini. Kalian umat siapa? Tanya malaikat meneruskan. Kami umat Muhammad SAW, jawab mereka. Apa amalan kalian selama hidup di dunia? Tanya malaikat semakin heran. Kami melakukan amalan sebagaimana yang diperintahkan Tuhan. Kami takut dan malu terhadap Allah SWT ketika sendirian, tidak pernah minta diruqyah, tidak bekerja sebagai peminta-minta. Kami melakukan ibadah dan menghayati hasil ibadah kami, yaitu mententramkan hati dan melapangkan pikiran.
Apa sebenarnya hakikat sholat, sholat menjadikan diri rendah hati, takut dan malu kepada Allah ketika sendirian. Apa sebenarnya hakikat haji yang mabrur, mabrur adalah orang yang melebihkan kepekaan terhadap orang yang tidak mampu, menjaga dan menjalin silaturahmi, bermanfaat bagi lingkungan dan mengajak kepada kesabaran dan kebaikan.

"Ditampakkan kepadaku beberapa ummat. Maka ada seorang nabi yang berjalan dengan diikuti oleh satu ummat, ada pula seorang nabi yang diikuti oleh beberapa orang, ada juga nabi yang diikuti oleh sepuluh orang. Ada juga nabi yang diikuti lima orang, bahkan ada seorang nabi yang berjalan sendiri.

Aku pun memperhatikan maka tiba-tiba ada sejumlah besar orang, aku berkata, 'Wahai Jibril, apakah mereka itu ummatku? Jibril menjawab, 'Bukan, tapi lihatlah ke ufuk!' Maka aku pun melihat ternyata ada sejumlah besar manusia. Jibril berkata, 'Mereka adalah ummatmu, dan mereka yang di depan, 70.000 orang tidak akan dihisab dan tidak akan diadzab’". HR Bukhori.

Wallohua’lambishowab.
Begitulah ceritera yang kuceriterakan kepada Aldehyde ketika ia sedang ingin berangkat menuju alam mimpi.
baca lanjut..

Rabu, 27 April 2011

Perangai Hasrat

Perangaimu begitu berbeda, buaian demi buaian kau berikan kepadaku. Segala suatu dan hal kecilpun kau pertanyaan padaku. Senyuman dan sentuhan. Hingga aku jawab, sejenak sebelum ku terbang kau ada disisiku hingga hati ini melayang. Ketika ku benar-benar terbang kau tidak ikut terbang bersamaku, kau hanya tertawa.
baca lanjut..